Betapapun berartinya sebuah komentar dari pengunjung, yang pasti itu akan semakin mendorong semangat dari pemilik blog sehingga semakin giat dalam dunia tulis- menulis.
Menurut gue, komentar itu merupakan suatu poin yang mendekati "dasar" bagi seseorang untuk terus menulis dalam blognya. Gue yakin, sebagian dari kita semua kalo dalam blognya gak ada yang berkomentar pasti rasanya gak enak. Bayangkan, blogger pemula misalnya menulis suatu topik dalam blognya. Dalam waktu yang singkat tulisannya tersebut banyak respon dari pengunjung berupa komentar. Baik itu saran ataupun kritikan.
Gue jamin, dengan adanya komentar tersebut minat dalam dunia tulis- menulispun semakin meningkat. Coba kalo gak ada yang komen pasti rasanya ada yang kurang. Kalo diibaratkan nih yah, rasanya itu kayak lagi ngomong tapi gak ada yang dengerin. Jadinya ngomong bertepuk sebelah tangan. Rasanya gak enak, kan?
Menyangkut spam
Dulu, awal-awal gue ngeblog gue menyukai semua komentar yang ada, walopun itu termasuk spam. Gue menganggapnya sebagai sebuah kado bagi gue yang haus akan dukungan berupa sebuah komentar. Walopun komentar yang ditulis gak sesuai sama topik yang gue bahas, gak papa. Anggap aja itu hanya tamu yang numpang lewat depan rumah. Cukup kedipin mata, udah gitu aja.
Tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai kurang suka. Ingat, cuma "kurang" Artinya rasa suka itu masih ada, cuma bobotnya berkurang. Gue sama sekali gak benci sama pelaku spam.
Gue masih ingat waktu itu,waktu dimana blog gue sepi gara-gara gak ada yang komen. Biar kelihatan maco dikit, akhirnya gue komen sendiri. Dan apa rasanya? Hambar!! Kalo gue ingat-ingat lagi kejadian itu, baru gue sadar itu hal terabsurd yang pernah gue lakuin selama ngeblog.
Tapi itu dulu, kawan. Sekarang, blog gue lumayan rame dicubit- cubit sama komentar indah dari pengunjung. Makasih yak.
Saat semangat seseorang lagi down dalam menulis, komentarlah sebagai dewa pendorong semangat bagi orang tersebut untuk kemudian bangkit. Disini fungsi komentar terlaksana dengan indah.
Selain itu, komentar juga bisa mempererat hubungan antara sesama blogger. Bayangin aja penulis terkenal diluar sana, dulunya blog mereka juga sepi. Gak ada yang komentar. Tapi karena mereka mengunjungi blog orang lain, jadinya orang juga bersedia berkunjung. Dititik ini suatu hubungan mulai dibina.
Lalu, dengan tekad yang kuat tiba- tiba muncul ide buat ngirimin naskah ke penerbit dan saat itu pula ternyata sedang beruntung, hingga naskahnya diterima.
Terus hubungannya sama komentar apa?
Tentu ada. Orang yang berkunjung ke blognya tadi yang bersedia menyumbangkan semangat berupa komentar, kemungkinan besar melirik hasil karyanya tersebut. Dan besar kemungkinan, dia bersedia membeli karyanya itu.
"Percayalah, terkadang orang gak peduli seberapa bagus sebuah karya, tetapi niat membeli itu muncul ketika menyadari bahwa penulisnya telah melakukan sesuatu buat kita"
Malakukan sesuatu disini gak harus memberikan uang tunai atau menjajikan sesuatu yang istimewa. Tetapi cukup dengan sebuah dukungan positif, itu akan sangat berarti bagi sebagian orang.
Disinilah sang penulis tersebut merenung kembali saat-saat dulu dia berkunjung ke blog lain. Gue yakin, dalam hati kecilnya pasti ngomong kayak gini
"Ternyata gak sia-sia membina hubungan sesama blogger"Itulah manfaat terbesar dari sebuah komentar, kawan. Gue sadar, mungkin omongan gue terlalu jauh, sampe ngehubungin dengan pengiriman naskah segala. Tapi bukan tanpa alasan gue ngelakuin itu semua. Karena gue tau, kita semua punya mimpi suatu saat akan merubah bentuk tulisan dalam blog kita menjadi sebuah buku. Bener, gak?
Percayalah, mungkin sekarang kita belom ada niat sampe kesana, tapi jangan menganggap remeh sama yang namanya "perubahan pola pikir" Bisa saja suatu saat kita bakal ngelakuin itu. So, mulai sekarang, mari kita tingkatkan budaya saling berkomentar antara sesama blogger.
Sekian dari gue.

