Kau takkan mengerti
Betapa pentingnya dirimu bagiku
Meski luka yang kau berikan
Tak ada hentinya
Kujadikan itu bumbu cinta kita
Hari demi hari kulewati
Keindahan yang dulu aku banggakan
Kini mulai berbalik arah
Membayangkan tingkahmu adalah racun yang menghantuiku
Andai kutak mengenalmu dulu
Takkan terjadi semua ini
Janji-janji manis yang pernah kau ucapkan
Ternyata semuanya palsu
Sulit bagiku melupakan
Masa indah bersamamu
Kuhanya berdoa
Kelak kau alami yang kurasakan
puisi ini karya : Robianus supardi
Selasa, 03 April 2012
Putus Asa
Sempat terpikir olehku
Tuk mengakhiri kehidupan ini
Entah setan apa yang meracuni pikiran
Hingga mengelabui akal sehat
Semua terjadi begitu saja
Neraka seolah didepan mata
Seakan mengajakku kesana
Kutak mampu melewati kerikil kehidupan
Semua jalan seperti buntu
Hari-hari kujalani penuh keraguan
Tanpa pernah merasa bersyukur
Dengan segala yang ada
Dalam hati bertanya-tanya
Tuhan dimanakah engkau
Mengapa aku seperti ini
Apa karena aku terus menjauhimu?
puisi ini karya : Robianus supardi
Tuk mengakhiri kehidupan ini
Entah setan apa yang meracuni pikiran
Hingga mengelabui akal sehat
Semua terjadi begitu saja
Neraka seolah didepan mata
Seakan mengajakku kesana
Kutak mampu melewati kerikil kehidupan
Semua jalan seperti buntu
Hari-hari kujalani penuh keraguan
Tanpa pernah merasa bersyukur
Dengan segala yang ada
Dalam hati bertanya-tanya
Tuhan dimanakah engkau
Mengapa aku seperti ini
Apa karena aku terus menjauhimu?
puisi ini karya : Robianus supardi
Hayalan Belaka
Hayalanku terbang bersama angin malam
Membayangkan dia yang ku puja
Merah merona menghiasi bibir
Yang selalu jadi idamanku
Pikiranku hambur
Saat senyuman itu tertuju padaku
Datang seperti gerombolan kumbang
Yang mencari bunga
Ku tak tahu
Entah aku sadar atau sekedar…
Saat senyuman itu tertuju padaku
Datang seperti amokan masa
Yang menghajar pencuri
Angin sepertinya ingin menghiasi hujan
Manakala hujan mengajaknya
Sulit ku pastikan
Tentang arti diriku baginya
Setelah dia memberikan sinyal pertama
Tapi biarlah semua ini berjalan
Meskipun hanya hayalan belaka
karya : Robianus supardi
Membayangkan dia yang ku puja
Merah merona menghiasi bibir
Yang selalu jadi idamanku
Pikiranku hambur
Saat senyuman itu tertuju padaku
Datang seperti gerombolan kumbang
Yang mencari bunga
Ku tak tahu
Entah aku sadar atau sekedar…
Saat senyuman itu tertuju padaku
Datang seperti amokan masa
Yang menghajar pencuri
Angin sepertinya ingin menghiasi hujan
Manakala hujan mengajaknya
Sulit ku pastikan
Tentang arti diriku baginya
Setelah dia memberikan sinyal pertama
Tapi biarlah semua ini berjalan
Meskipun hanya hayalan belaka
karya : Robianus supardi
Langganan:
Postingan (Atom)