Tak sempat kusampaikan
Tentang rasa yang kupunya
Walau kita duduk bersama
Pada sore pesta ulang tahunmu
Ku ingin mengetuk pintu hatimu
Tapi aku merasa belum siap untuk itu
Karena ku tau dia masih mengharapmu
Untuk tetap bersamanya
Meski hati ini selalu menunggumu
Ku coba untuk tetap bertahan
Entah sampai kapan seperti ini
Apakah mungkin
Rindu ini tersampaikan?
Haruskah aku mengusirnya
Dari kehidupanmu
Aku merasa tidak adil
Jika harus seperti itu
Puisi ini karya : Robianus Supardi
Selasa, 03 April 2012
Cita-cita
Menatap kedepan
Lewati dinding perjuangan
Tinggalkan gensi
Demi sebuah mimpi
Menatap kedepan
Meski penuh tanda Tanya
Lawani nafsu
Meskipun sulit
Runtuhkan ego
Sekeras apapun
Bila tak kuasa
Minta petunjuk pada pencipta
Terus berjuang
sebelum matahari tenggelam
Bulatkan tekad
Demi satu tujuan
Yakinkan semua
Pasti diberi jalan
Demi harapan yang tertunda
Puisi ini karya : Robianus Supardi
Lewati dinding perjuangan
Tinggalkan gensi
Demi sebuah mimpi
Menatap kedepan
Meski penuh tanda Tanya
Lawani nafsu
Meskipun sulit
Runtuhkan ego
Sekeras apapun
Bila tak kuasa
Minta petunjuk pada pencipta
Terus berjuang
sebelum matahari tenggelam
Bulatkan tekad
Demi satu tujuan
Yakinkan semua
Pasti diberi jalan
Demi harapan yang tertunda
Puisi ini karya : Robianus Supardi
Nostalgia
Desiran angin malam berhembus
Terpaku aku dalam kesunyian
Mengenang kisah masa SMA
Yang kujadikan nostalgia
Masih membekas dalami hati ini
Semua akhlakmu dikala itu
Terpaut aku dalam emosi
Hingga terbang melayang ke awan
Tak terbayang dalam angan
Semua kan seindah itu
Bahasa Tubuhku menyatakan bahagia
Saat senyummu menghiasi pandanganku
Puisi ini karya : Robianus Supardi
Terpaku aku dalam kesunyian
Mengenang kisah masa SMA
Yang kujadikan nostalgia
Masih membekas dalami hati ini
Semua akhlakmu dikala itu
Terpaut aku dalam emosi
Hingga terbang melayang ke awan
Tak terbayang dalam angan
Semua kan seindah itu
Bahasa Tubuhku menyatakan bahagia
Saat senyummu menghiasi pandanganku
Puisi ini karya : Robianus Supardi
Langganan:
Postingan (Atom)