Senin, 10 September 2012

Awal Yang Baru

Halo..
Apa kabar? Semoga baik-baik aja yah.
Setelah sekian lama libur, akhirnya hari ini gue kembali menjalankan kegiatan rutin gue sebagai mahasiswa yaitu kuliah. Yah, hari ini adalah hari pertama gue kuliah, dimana selama hampir dua bulan libur. Meninggalkan kampus tercinta, meninggalkan dosen, meninggalkan teman, meninggalkan tukang parkir, dan meninggalkan-meninggalkan yang lainnya.

Menyambut semester yang baru ini gue mau mengucapkan " Selamat datang dan siap dijalankan."
Seperti biasa hal yang gue banggain setiap semester adalah jenggot gue yang makin nggak teratur. Entah kenapa gue itu pada semester awal dulu doyan banget ngerapiin jenggot, tapi makin kesini kok makin nggak teratur, pantas aja semua cewek pada takut sama gue. Memasuki semester yang baru tentu disambut dengan sesuatu yang baru pula, seperti halnya nikah baru menyediakan kamar baru dan kasur baru.

Untuk lebih jelas, gue akan memperlihatkan sebuah kado yang  menggambarkan kegiatan gue pada semester ini. Sori ini bukan foto kampus gue, jelas gue gak ada di foto dibawah. Jadi jangan banyak nanya dimana letak posisi gue duduk. Okay...

Ini dia penampakannya

 
Hari pertama masuk kuliah akhirnya telah gue lewati dan gue seneng berjumpa kembali dengan teman-teman. Beberapa hal yang gue nemuin pada pertemuan hari pertama ini adalah diantara teman-teman gue mempunyai sesuatu yang baru. Entah itu pacar baru, baju baru, tas baru, sepatu baru, dan lain sebagainya.  Kalau sebagian teman-teman gue mempunyai itu, berbeda dengan gue pemirsa. Bagi gue gak ada yang spesial disemester lima ini, rasanya sama aja kayak semester sebelumnya. Cuma bedanya, pada semester ini  bertemu lagi  dengan dosen yang sama tapi mata kuliah yang berbeda, ada juga  yang memang baru bertemu pada semester ini. Bertemu dengan dosen yang baru tentu mempunyai karakter baru. Itu sudah pasti.

Harapan gue, semoga kedepannya semua berjalan dengan lancar, tanpa rintangan. Bentar-bentar, Itu kayaknya mustahil, soalnya Setiap semester pasti ada rintangannya, baik dalam proses perkuliahan ataupun dalam menghadapi setiap karakter dosen yang ada. Tetapi itu semua tergantung bagaimana cara kita menanggapi setiap rintangan tersebut. Benar nggak?

Semester terus meningkat tapi status gue tetap melekat. Jomblo. Tapi gak apa-apa, gue udah merasa nyaman dengan status kejombloan gue ini. Meskipun temen-temen udah pada ngejelekin gue tapi gue tetap bertahan dengan menyandang status sebagai fakir asmara. Gue tau diantara ribuan cewek yang ada di kampus gue masih ada yang lagi nungguin kata cinta dari gue *Mimpi. Tapi maaf yah, bukannya gue sombong tapi gue emang lagi pengen sendiri, pengen menikmati jenggot gue yang makin nggak teratur ini. 
Meskipun pada dasarnya gak ada yang mau jadi pacar gue, tapi gue harus tetap PD di depan teman-teman gue. PD itu penting lo pemirsa. Gimana ada yang keberatan dengan status kejombloan gue? Oh nggak ada yah? gak apa-apa kok, gue tetap senang.
\
Kembali ke topik
Lama nggak ketemu teman-teman rasanya kangen juga, tapi rasa kangen itu akhirnya hari ini terobati dengan senyuman serta candaan yang kerap kita semua lakukan dulu.  Seperti biasa adegan pertama yang dilakukan pada saat memasuki ruangan kelas adalah salam-salaman, peluk-pelukan, kecup-kecupin (bagi yang punya pacar) dan tidur-tiduran #Abaikan yang terakhir.
Mata kuliah pertama kami hari ini adalah Sosiolinguistik, dosennya lumayan cakep untuk ukuran sekomplek. hahaha maaf yah Ibu dosen. sekali-sekali nyindir gak apa-apa kan?

Entah kenapa otak gue pada pertemuan pertama ini nggak berfungsi secara maksimal lo pemirsa, emang sih mungkin  karena  kelamaan gak dipake, jadinya beku. Alhasil pelajaran yang diberikanpun masuk kiri keluar kiri, sama sekali gak nyangkut. Faktor lain yang menyebabkan otak gue beku adalah  selama liburan kemaren kerjaan gue online, makan tidur makan lagi  tidur lagi gitu seterusnya sampai kiamat. Jadi nggak heran kalau otak gue gak berfungsi dengan baik.

Segitu dulu deh postingan gue kali ini. Terima kasih untuk teman-taman yang mau membaca cerita gue sampai tuntas
"Jika ingin menjadi pembicara yang baik, jadilah pembaca yang baik"
dan akhir kata gue mau mengucapkan, berkomentarlah.



Sabtu, 08 September 2012

Saat Senyuman Itu Berlalu

Hai,.
Halo..Apa kabar? Masih pada semangat kan?
Akhirnya setelah beberapa hari gak posting, gue berhasil kembali dalam keadaan selamat dan aman-aman saja.

Setelah  mondar-mandir keliling komplek, gue jadi sok ternyata sekarang jenggot gue makin lebat  lo pemirsa. Gak ada yang nanya? Gak apa-apa kok, gue iklas *Bingung.




Setiap kali  gue keluar rumah tetangga gue nanya. Apa sih tipsnya, kok makin hari jenggot gue semakin nggak teratur? dan  jawaban yang selalu terucap  dari mulut gue yg baunya dipercaya dapat melenyapkan ketombe yang melekat pada anda  adalah  syaratnya  cuma satu yaitu harus jomblo *Hening.
Abis menjawab pertanyaan mereka gue terus berjalan meniti setiap tikungan yang ada.Setelah beberapa detik,menit, jam, gue terus keliling ternyata  yang gue dapat  cuma cape doang, padahal tadinya gue harap status gue bakal berubah tapi ternyata sama aja. Tetap jomblo. Tapi nggak apa-apa lah gue  tetap senang.

Ok guys udah dulu candaannya.
Kali ini gue mau ngebahas tentang Momen yang paling memalukan dalam hidup gue. Mau tau? Lansung aja yah. 
Seperti biasa kegiatan hari-hari gue selama liburan ini adalah cuma antar  jemput kakak gue,  plus duduk bengong didepan laptop tercinta gue.  Entah mau ngapain, gue juga gak tau.  Pokoknya bengong aja sambil nunggu siapa tau ada bidadari dari negeri seberang nyangkut *Ngayal.
Biasanya kalau gue lagi bingung itu, bawaannya pengen makan  mulu, alahasil setelah itu berat badan gue bertambah dua kg. Ini dia nih yang gue mau ceritain..

                  "Ternyata senyuman itu bukan untuk gue"

Ceriatanya gini. Tadi, seperti biasa sambil menunggu kakak gue keluar dari pintu gerbang, gue duduk diatas kendaraan gue sambil merokok dengan berbagai gaya. contohnya gaya mengisap ala monyet. Kebayang kan gimana modelnya? yang itu loh pemirsa mengisap rokok dengan tangan yang satu garuk kepala.  Terus ada lagi  ngerokok ala ayam.  Maksudnya ngerokok sambil salah satu kaki gores  sana sini gak karuan gitu.
Nah, tiba-tiba sesosok mahluk halus keluar dari gerbang dengan senyum yang mempesona. Guepun bengong di campur senang. Jarang-jarang loh pemandangan seperti ini. Bagi gue.  Dan  saat gue lagi asik-asiknya menikmati senyuman yang dipancarkan dari bibir indah itu, menikmati setiap lekukan tipis yang  dipercaya dapat menggoyahkan iman siapapun. Gue pun seneng, karena selama itu pula keadaan hati gue yang sudah sekian lama nggak diisi dengan berbagai nikmat dunia, akhirnya lebih berwarna karena  sosok senyuman dari  cewek itu.


Entah sadar atau tidak dia membalas senyuman gue. Semakin lama senyuman itu semakin berbobot. Gue tentu lansung mengambil kesempatan ini, semakin lama gue semakin mendekat berharap ada langkah selanjutnya  dari senyuman itu. Semangat gue makin berkobar laksana nyala  api yang membara dan menggelora. Sampai akhirnya, gue mencoba melambaikan tangan gue dan dia membalas lambaian tangan gue. Gak kebayang deh betapa senengnya  gue  waktu itu.  gimana gak seneng gue itu udah lama gak ngerasa kayak gituan( maklum kelamaan jomblo).

Tapi semakin kesini gue curiga ada yang lain dari senyuman itu. Seketika gue mencoba mengecek, apa ada yang aneh dari penampilan gue. Gue raba isi kolor gue ternyata masih aman, gue elus-elus jenggot gue ternyata masih lebat. Gue baru sadar ternyata dibelakang gue ada seorang cowok sama anak kecil yang sedari tadi sedang asik becanda. Entah apa yang membuat mereka bertawa ria, yang pasti mereka senang.

Gue curiga, jangan-jangan senyuman tadi yang sempat mewarnai pandangan gue ditujukan untuk anak itu. Kecurigaan gue semakin kuat setelah cewek itu lari melewati gue dan terus  kearah anak itu berada. Dan ternyata benar, itu memang anaknya yang sengaja untuk menjeput ibunya. Seketika senyum gue tak berasa lagi dan sejak saat itu gue semakin bertanya-tanya. Apa mungkin gue gak pantas untuk dicintai? Kenapa setiap cewek yang gue suka selalu ada yang punya?  Apa gue yang salah atau mata gue yang kurang  jeli melihat mana yang single mana yg udah nikah? tapi entahlah, hanya tuhan yang tau..

Setelah kejadian itu tak banyak yang bisa gue perbuat selain merenung dan mencoba bersabar. Gue hanya bisa tertawa namun tak berarti lagi saat melihat keceriaan yang sedang berlansung di depan mata gue itu. Kebahagiaan mereka bisa dilihat melalui tingkah laku anaknya yang lucu, sambil memeluk dengan erat tubuh mamanya, sepeda motor yang nereka tumpangpun melaju dengan cepat dan meninggalkan gue sendiri.
Sejak saat itu, 
"Gue semakin yakin bahwa mungkin gue memang ditakdirkan untuk tidak mengenal cinta sebelum meraih cita- cita"
Segitu dulu deh curhatan gue kali ini. Saran: kalau ada yang mempunyai pengalaman serupa dengan gue,  jangan segan-segan untuk pastikan bahwa senyuman itu memang untuk elo atau bukan. Jangan sampai kayak gue yang endingnya hanya mendapat rasa malu terhadap diri gue sendiri.

Minggu, 02 September 2012

Mengharapkan Harapan Akan Terwujud

Entah kenapa akhir-akhir ini, kalau sehari aja nggak buka blog, rasanya ada yang kosong dari hidup gue. Walaupun cuma nengok doang, apa ada tambahan komentar, apa folowwers bertambah, atau mungkin ada yang ngajak gue kencan *Ngayal.
Boro-boro kencan, pacar aja gak punya.

Alhasil, belakangan gue jadi adiksi sama semua yang berhubungan dengan postingan sahabat blog. Menikmati setiap kata demi kata yang terurai dalam satu kalimat sehingga menghasilkan sebuah arti. Sungguh menyenangkan.

Tapi terkadang gue harus telantarin blog tercinta ini, karena suatu halangan yang kadang terpaksa untuk gue tinggalin. Masalah itu tak lain dan tak bukan, apalagi kalau bukan " kehabisan pulsa."
Gue yakin kalian pasti pernah mengalami masalah yang satu ini. Benar gak? Hayo ngaku!
Lagi-lagi dihadapkan dengan suatu pernyataan
"Internet boleh cepat, asalkan pulsa selalu padat." 
Tak ada kata yang tepat untuk mengungkapkannya, selain "Mak, gue kesepian, kangen masakan emak, kirimin gue pulsa sekarang."

Ok guys, sekarang gue bukan mau ngomong tentang masalah pulsa.
Terus mau bahas apaan?

Ok lansung aja ya.
Berhubung sebentar lagi gue masuk semester yang ke-V, satu harapan yang terlintas  dalam benak adalah  "GUE PENGEN DAPAT BEASISWA". Yah, itulah harapan gue. Sebagai perantau, gue tentu butuh uang lebih selain jatah dari nyokap di kampung. Yah, mengingat hidup di kota semua serba duit. Beli sayur pake duit. Parkir pake duit. Kolor pake duit. Semua serba duit. Seolah didunia ini yang dibutuhkan hanya duit, duit, dan duit.

Dengan gue dapat beasiswa, gue bisa  memenuhi semua kebutuhan yang mencakup dalam dunia perkuliahan. Mohon doanya sobat yah, semoga harapan gue dikabulkan.
Hidup hanya mengandalkan kiriman dari kampung, kayaknya tidak cukup. apalagi kalau gak ada kerja sampingan. Dulu waktu gue semester satu sebenarnya punya niat untuk cari kerjan, untuk mengisi waktu  setelah abis kuliah. Tapi setelah dipikir-pikir, kalau gue bekerja, waktu belajar banyak yang disita, makanya gue urungkan niat itu hingga sekarang.

Secara gue ini numpang sop, walaupun sama kakak gue sendiri. Yang namanya numpang ya tetap numpang.
Selain itu, dalam dunia perkuliahan setiap enam bulan kan semester naik, selama itu pula beban tugas yang kita hadapi semakin bertambah. Gue kira nggak perlu dijelasin secara rinci ya, gue pikir semuanya udah pada tau. Kalau udah gini, gimana mau kerja coba? Jadi, kalau misalnya ada teman atau sahabat gue bertanya, kenapa gak kerja,  ini sebagian alasan gue kenapa gak nyari kerjaan.

Segitu dulu deh postingan gue kali ini.  Kalau sobat ada saran, silakan komen di bawah yah. Sekali lagi mohon doanya.