Apa kabar? Semoga baik-baik aja yah.
Setelah sekian lama libur, akhirnya hari ini gue kembali menjalankan kegiatan rutin gue sebagai mahasiswa yaitu kuliah. Yah, hari ini adalah hari pertama gue kuliah, dimana selama hampir dua bulan libur. Meninggalkan kampus tercinta, meninggalkan dosen, meninggalkan teman, meninggalkan tukang parkir, dan meninggalkan-meninggalkan yang lainnya.
Menyambut semester yang baru ini gue mau mengucapkan " Selamat datang dan siap dijalankan."
Seperti biasa hal yang gue banggain setiap semester adalah jenggot gue yang makin nggak teratur. Entah kenapa gue itu pada semester awal dulu doyan banget ngerapiin jenggot, tapi makin kesini kok makin nggak teratur, pantas aja semua cewek pada takut sama gue. Memasuki semester yang baru tentu disambut dengan sesuatu yang baru pula, seperti halnya nikah baru menyediakan kamar baru dan kasur baru.
Untuk lebih jelas, gue akan memperlihatkan sebuah kado yang menggambarkan kegiatan gue pada semester ini. Sori ini bukan foto kampus gue, jelas gue gak ada di foto dibawah. Jadi jangan banyak nanya dimana letak posisi gue duduk. Okay...
Ini dia penampakannya
Hari pertama masuk kuliah akhirnya telah gue lewati dan gue seneng berjumpa kembali dengan teman-teman. Beberapa hal yang gue nemuin pada pertemuan hari pertama ini adalah diantara teman-teman gue mempunyai sesuatu yang baru. Entah itu pacar baru, baju baru, tas baru, sepatu baru, dan lain sebagainya. Kalau sebagian teman-teman gue mempunyai itu, berbeda dengan gue pemirsa. Bagi gue gak ada yang spesial disemester lima ini, rasanya sama aja kayak semester sebelumnya. Cuma bedanya, pada semester ini bertemu lagi dengan dosen yang sama tapi mata kuliah yang berbeda, ada juga yang memang baru bertemu pada semester ini. Bertemu dengan dosen yang baru tentu mempunyai karakter baru. Itu sudah pasti.
Harapan gue, semoga kedepannya semua berjalan dengan lancar, tanpa rintangan. Bentar-bentar, Itu kayaknya mustahil, soalnya Setiap semester pasti ada rintangannya, baik dalam proses perkuliahan ataupun dalam menghadapi setiap karakter dosen yang ada. Tetapi itu semua tergantung bagaimana cara kita menanggapi setiap rintangan tersebut. Benar nggak?
Semester terus meningkat tapi status gue tetap melekat. Jomblo. Tapi gak apa-apa, gue udah merasa nyaman dengan status kejombloan gue ini. Meskipun temen-temen udah pada ngejelekin gue tapi gue tetap bertahan dengan menyandang status sebagai fakir asmara. Gue tau diantara ribuan cewek yang ada di kampus gue masih ada yang lagi nungguin kata cinta dari gue *Mimpi. Tapi maaf yah, bukannya gue sombong tapi gue emang lagi pengen sendiri, pengen menikmati jenggot gue yang makin nggak teratur ini.
Meskipun pada dasarnya gak ada yang mau jadi pacar gue, tapi gue harus tetap PD di depan teman-teman gue. PD itu penting lo pemirsa. Gimana ada yang keberatan dengan status kejombloan gue? Oh nggak ada yah? gak apa-apa kok, gue tetap senang.
\
Kembali ke topik
Lama nggak ketemu teman-teman rasanya kangen juga, tapi rasa kangen itu akhirnya hari ini terobati dengan senyuman serta candaan yang kerap kita semua lakukan dulu. Seperti biasa adegan pertama yang dilakukan pada saat memasuki ruangan kelas adalah salam-salaman, peluk-pelukan, kecup-kecupin (bagi yang punya pacar) dan tidur-tiduran #Abaikan yang terakhir.
Mata kuliah pertama kami hari ini adalah Sosiolinguistik, dosennya lumayan cakep untuk ukuran sekomplek. hahaha maaf yah Ibu dosen. sekali-sekali nyindir gak apa-apa kan?
Entah kenapa otak gue pada pertemuan pertama ini nggak berfungsi secara maksimal lo pemirsa, emang sih mungkin karena kelamaan gak dipake, jadinya beku. Alhasil pelajaran yang diberikanpun masuk kiri keluar kiri, sama sekali gak nyangkut. Faktor lain yang menyebabkan otak gue beku adalah selama liburan kemaren kerjaan gue online, makan tidur makan lagi tidur lagi gitu seterusnya sampai kiamat. Jadi nggak heran kalau otak gue gak berfungsi dengan baik.
Segitu dulu deh postingan gue kali ini. Terima kasih untuk teman-taman yang mau membaca cerita gue sampai tuntas
"Jika ingin menjadi pembicara yang baik, jadilah pembaca yang baik"dan akhir kata gue mau mengucapkan, berkomentarlah.
