Ada yang belum tau apa itu posesifisme? Oke gue jelasin!
Posesifisme itu adalah suatu paham dimana salah satu pihak dalam
sebuah hubungan merasa cemburu.
Contohnya gini : gue merasa telah menghancurkan hatinya, gue sangat mencintainya, tapi gue sangat membencinya kalau dia bersama yang laen. Apa gue terlalu posesif?
Nah, udah ngerti kan? Oke, silakan kerja tugas halaman 115, bapak mau ikut rapat dulu. hehehe Berasa kayak guru deh gue.
Contohnya gini : gue merasa telah menghancurkan hatinya, gue sangat mencintainya, tapi gue sangat membencinya kalau dia bersama yang laen. Apa gue terlalu posesif?
Nah, udah ngerti kan? Oke, silakan kerja tugas halaman 115, bapak mau ikut rapat dulu. hehehe Berasa kayak guru deh gue.
Dalam sebuah hubungan cemburu itu perlu loh, yang penting porsinya gak berlebihan. Gak berlebihan dalam artian jangan sampe cemburu sama sodara kandungnya gitu. Tapi itu hanya berlaku bagi dua insan yang berstatus sebagai pacaran atau udah jadi suami istri.
Lalu bagaiman jika seandainya kedua insan itu belum berstatus apa- apa. Apakah sifat cemburu itu perlu? Jawabannya
tergantung pribadi masing- masing.
Itulah yang gue alamin sekarang. ketika hubungan gue sama dia masih berstatus
sebagai teman, dan sekedar hubungan antara kakak tingkat dan adek tingkat, tapi perasaan cemburu itu tiba- tiba aja
muncul. Apa ini rasanya bila kita sedang menyukai seseorang?
Atau mencintai seseorang?
Entahlah..
Mungkin bagi kalian ini merupakan suatu keanehan, tapi itulah yang terjadi sama gue. Gue harus akuin itu.
Mungkin bagi kalian ini merupakan suatu keanehan, tapi itulah yang terjadi sama gue. Gue harus akuin itu.
Gue merupakan tipikal orang yang posesif. Ketika gue melihat orang yang gue suka bersama orang lain, perasaan itu pasti muncul, padahal gue nggak menginginkan kehadirannya. Gue ngomong kayak gini karena gue lagi deket sama seseorang di kampus gue. Dia itu adek tingkat gue. Gue udah lama banget menyukai dia. Seingat gue semenjak pertama kali ketemu gue
udah suka, tapi sayang ternyata waktu
itu dia udah punya pacar.
Sampe suatu hari gue bisa duduk bareng dia, dan itu karena gak sengaja ketemu di perpustakaan kampus gue. Sejak saat itu gue mulai dekat sama dia. Saking sukanya, postingan ini merupakan postingan untuk kali ketiganya cuma bahas tentang dia aja. Entah kenapa gue suka aja bahas tentang ini anak, dan inilah salah satu ekspresi kesukaan gue yaitu dengan menulis semua yang terjadi antara gue sama dia biar nanti gue bisa ceritain sama anak dan cucu gue
Sampe suatu hari gue bisa duduk bareng dia, dan itu karena gak sengaja ketemu di perpustakaan kampus gue. Sejak saat itu gue mulai dekat sama dia. Saking sukanya, postingan ini merupakan postingan untuk kali ketiganya cuma bahas tentang dia aja. Entah kenapa gue suka aja bahas tentang ini anak, dan inilah salah satu ekspresi kesukaan gue yaitu dengan menulis semua yang terjadi antara gue sama dia biar nanti gue bisa ceritain sama anak dan cucu gue
Semakin lama gue semakin mengenal dia. Pernah suatu hari gue menanyakan tentang
seorang cowok yang pernah ngantar dia sehabis
kuliah. Selidik punya selidik ternyata
cowok itu adalah mantannya. Mereka udah
putus sekitar beberapa bulan kemaren, gue gak tau tepatnya kapan. Itu semua gue tau karena dia sendiri yang
ngomong ke gue. walopun mereka udah
putus, mereka tetap berhubungan baik sampe sekarang, bahkan masih sekali-
sekali ngantar dia abis kuliah.
Nah, keren banget kan mereka? Jarang- jarang loh orang kayak gitu. Biasanya dalam dunia percintaan, orang kalau
udah putus itu cendrung gak saling menghiraukan. Tapi merekaa malah sebaliknya. Hubungan
itu mereka menamainya dengan hubungan sebatas kakak dan adek. Menurut pengakuan dia sih, gue nggak tau
benar atau enggak.
Terus apa hubungannya sama gue?
Justru karena itu makanya gue cemburu. Gue yang berstatus sebagai salah satu orang
yang menyukai dia sejak lama, merasa cemburu. Menurut kalian pantas
gak gue ngelakuin itu? Gak pantas yah? Oke, gak apa-apa. Kalau gue pribadi sih pantas aja, secara gue itu demen
banget sama tuh anak. Jadi jangan heran
kalau gue cemburu. Meskipun gue sadar
gue bukan siapa- siapanya dia. Tapi itulah cinta,
ketika seseorang yang kita cintai bersama orang lain, walaupun itu
hanya sekedar kakak-kakak-an dan adek- adek-an, kita pasti cemburu. Apalagi
kalau orang yang bersamanya itu yang nota bene adalah bersatatus sebagai mantannya.
Apa gue terlalu posesif?
Mungkin. Itu jawaban
yang terlintas dipikiran gue.
Sebagian dari kalian mungkin ini merupakan suatu perasaan yang berlebihan. Tapi lupakan sejenak tentang itu. Gue disini cuma mau curhat, gue nggak punya tujuan apa-apa. Gue hanya ingin berbagi tentang apa yang gue rasa terhadap orang lain, meskipun gue tau itu gak bermanfaat. Tapi gue emang orangnya kayak gitu, nggak pandai dan nggak mau menyimpan suatu masalah. Gue nggak tau apa yang ada dalam pikirannya ketika gue cemburu. Apa mungkin dia juga merasakan hal yang sama? Atau mungkin dia sama sekali gak egerasa apa-apa? entahlah, hanya dia yang tau.
Maafin, kalau perasaan gue salah.
Sebagian dari kalian mungkin ini merupakan suatu perasaan yang berlebihan. Tapi lupakan sejenak tentang itu. Gue disini cuma mau curhat, gue nggak punya tujuan apa-apa. Gue hanya ingin berbagi tentang apa yang gue rasa terhadap orang lain, meskipun gue tau itu gak bermanfaat. Tapi gue emang orangnya kayak gitu, nggak pandai dan nggak mau menyimpan suatu masalah. Gue nggak tau apa yang ada dalam pikirannya ketika gue cemburu. Apa mungkin dia juga merasakan hal yang sama? Atau mungkin dia sama sekali gak egerasa apa-apa? entahlah, hanya dia yang tau.
Maafin, kalau perasaan gue salah.
Sekian dari gue..


