Rabu, 11 April 2012

KAMPUNG HALAMAN


Tanahku tempat aku dilahirkan
Dikelilingi sawah dan ladang
Takkan kubiarkan tangan jahil merusakmu
Tuhan sekalipun andai kuberkuasa

Tanahku tumpah darahku
Disana tuhan menitipkan aku
Andai kelak kujadi seorang pemimpin
Kanku tata rupamu agar indah dipandang

Tanahku tempat aku berdiam
Tumpuan pijakan
Bagiku kau anugerah terindah
Dimana selalu menanti derap kakiku berganti melangkah

Tak ada kata yang terlintas
Selain pujian pada pencipta
Hingga   menjadi sandaran setia
Menjadi saksi bisu
Menyaksikan kisah hidupku




KAWAN JADI LAWAN

Hampir setiap hari kubersamamu
Jalani hidup tanpa ragu
Tak terlintas sedikitpun dibenakku
Kau kelak menusuk jantung hatiku

Kisah indah kulalui tidak tanpamu
Kuhargai semua itu
Tampa kusadari kau merebutnya dariku
Kau yang selalu kubanggakan
Berubah menjadi musuhku

Cerita yang kerap kita ulangi
Perlahan berkurang karena ulahmu
Betapa pedih hatiku bila ingat semua itu
Dengan berat hati kumerelakannya untukmu

MOHON PERLINDUNGAN


Dimalam yang gelap
Kuingin engkau salalu menemaniku
Hadirkan kisah barumu
Disetiap jalan tidurku

Dimalam yang gelap
Kuingin engkau selalu menatapku
Jadikanlah bintang yang menyinari
Setiap mimpi indahku

Dimalam yang gelap
Kuingin engkau selalu melindungiku
Kutitipkan seleruh jiwa dan ragaku
Hingga malam berakhir
Sampai terangmu bersinar kembali