Tampilkan postingan dengan label Cara Pandang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Pandang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Desember 2012

CANCUT MARUT


Suasana  kamar gue sekarang memprihatinkan banget.  Itu semua karena kelakuan  gue yang belakang ini agak pikun.   

Dalam kasus seperti ini tentunya gak ada pihak yang mau disalahin selain marahin diri sendiri.  Jadi setiap gue pulang kuliah, gue selalu nampar pipi gue, pelan-pelan biar gak sakit.   

Yah, padahal kalau dilihat dari usia gue masih tergolong setengah tua.  22 tahun. Cukup untuk mengatasi masalah kecil yang menimpa gue.  Tapi ternyata usia gak menjamin ingatan seseorang. Buktinya gue selalu lupa ngunci jendela kamar gue sebelum gue ngampus.  Alhasil pas gue pulang bantal dan kasur gue yang kurang empuk  basah kuyup karena kehujanan. Tragis.  Itulah mengapa gue katakan suasana kamar gue memprihatrinkan.

Oke fokus bray, fokus.

Gue disini bukan mau bahas tentang kamar gue, masalah kamar-kamaran itu entar aja pas malam pertama. Mari kita simak kesan-kesan gue setelah baca  buku CANCUT MARUT-nya bang Edotz.
Jadi gini, ditengah sibuk- sibuknya ngerjain tugas kuliah yang bakal dikumpul saat ujian semester nanti, gue sama teman gue Bayu (Admin BE) sempet-sempetnya menginterogasi tentang keberadaan cancut marut-nya bang Edots.  Setelah dengar kabar bahwasanya ternyata buku tersebut sudah ada di gramedia Banjarmasin.  Guepun gak mau ketinggalan dan lansung menuju tkp.   Ternyata setelah gue cek ke sana, gue menyusuri seluruh ruangan muka sampai belakang.  Gak ketemu. 

Setelah gue ngucapin abradakabra sebanyakaa tiga kali,  Gue shok! Setelah tau bukunya berserakan dilantai dalam keadaan tanpa busana.  Seolah gak ada yang mau tanggung jawab atas semua ini.  Supaya gue gak dilaporin ke polisi setempat gara-gara gue sebagai saksi terakhir yang melihat keadaan itu, gue-pun segera menggendong beberapa buku tersebut  dan menaruhnya ditempat yang layak. 

Gak menunggu berapa lama, gue lansung ngambil salah satu dari buku tersebut kemudian gue naruh dibalik baju gue, terus lansung  pulang.  Eh, gak dink, gue bayar dulu kok.
Dari sekian banyak  jumlah halaman  buku "Cancut Marut" bisa dipastikan kalau dalam waktu 24 jam bisa rampung dibaca.  Tapi tidak bagi gue.  Gue lebih memilih baca sedikit demi sedikit.  Meresapi setiap pesan absurd yang tercantum disana.  Dan akhirnya apa yang gue dapat?  Gue tertawa terbahak-bahak.  

Susah dipastikan tentang apa “tepatnya” yang gue dapat dari sana, tentunya ada.  Tapi gak mungkin gue bahas semuanya disini.  Entar malah jadi buku Camncut Marut part dua.  Yang pasti isinya sukses bikin gue gak galau, bikin gue tersenyum, dan bikin gue kebelet pipis.

Dalam buku tersebut, ada bagian yang menceritakan tentang salah satu fenomena yang terjadi dikontrakannya bang edotz, dimana terjadi pertempuran yang sengit, dengan menggunakan "kancut" sebagai senjata pembunuhan karakter secara perlahan.  Sungguh fenomena yang menggelikan.  Beruntung hingga sekarang gue gak pernah ngalamin kejadian yang serupa.  Dan semoga kedepannya gak akan terjadi.

Ada juga bagian yang bikin gue ngerasa prihatin sama Bang Edotz.  Katanya, sinetron Indonesia hanya milik orang ganteng.  Tanpa mereka berpikir itu semua hanya  makin menyudutukan tentang keberadaan orang gak ganteng.  Dan apa yang terjadi,? Orang gak ganteng lebih memilih ngupil dibanding nonton sinetron.  Kasian.

Pesan gue..
Bersabarlah Dotz… Jangan berkecil hati. Tetap semangat.  Hidup ini masih panjang.   Meskipun pemeran utama di setiap sinetron hanya orang- orang yang cakep.  Jangan jadikan itu sebagai benteng yang menghalangi dan menutup diri buat nonton sinetron.  Sebagai fakir asmara yang baik hati dan peduli lingkungan, gak banyak yang bisa gue perbuat selain berdoa semoga suatu saat nanti lo bisa merasakan "sekali aja" jadi cowok yang ganteng.  Kalau kesempatan itu gak pernah ada,  
"terimalah kenyataan bahwa gak ganteng itu bagian dari kehidupan."

Dari sejumlah kejadian yang dibahas dalam Cancut Marut, ada bagian yang bikin gue merasa terharu dan berbenah diri.  Yah, tepatnya tiga halaman terakhir.  Lembar- lembar sebelumnya gue baca lalu tersenyum  yang berujung  ketawa.  Tapi ketika gue masuk pada halaman tersebut, gue terharu.  Gue terharu akan semua  pesan-pesan gaul  yang terucap dari mulut seorang calon guru SD yang gak pernah mersakan ganteng dari lahir sampai sekarang.

Sesama calon guru, gue ngerasa "gak" sia-sia ngeluarin duit 37 rebu buat beli Cancut Marut.  Rasanya "terlalu tega" bila gue harus mengatakan duit itu kenapa gue nggak gunakan buat hal yang lebih penting lainnya. Sekali lagai gue katakan gue menikmati banget baca Cancut marut.

Poin terakhir yang bikin gue salut adalah tentang mottonya bang edotz.  Katanya “Gak harus ganteng untuk bisa berkarya”.  Gue yakin, semua orang gak ganteng yang tersebar diseluruh dunia akan mengatakan "Katamu adalah sumber semangatku" bila membaca bagian tentang diri penulis dalam Cancut Marut tersebut.

Lo penasaran sama buku Cancut marut? gampang, segera kunjungi gramedia terdekat di kota anda dan pastinya bukan hanya kunjung, tapi beli.
Sekian dari gue.


Rabu, 21 November 2012

Grup Dimata Blogger Personal


Grup Dimata Gue
Hy Gyus..
Hari ini gue kembali menjalani  kegiatan rutin gue sehari-hari sebagai mahasiswa yaitu kuliah.

Setelah beberapa hari kemaren gue libur, rasanya bete banget di rumah terus menghabiskan waktu untuk hal-hal yang gak berguna.  Mau online internetnya lemot, mandi  kadang-kadang malas, belajar apalagi, alhasil waktu dihabisin buat tidur aja.

Btw, Postingan kali ini gue buat untuk turut memeriahkan best article edisi ke-4 dengan tema "Grup dimata blogger personal"


Menurut gue grup itu sangat penting.  Kenapa?  Karena grup merupakan sebuah tempat atau wadah dimana kita saling bertemu, saling berbagi kasih serta  saling berbagai informasi tentang banyak hal.  Dengan grup juga tulisan-tulisan kita akan dibaca oleh orang lain yang satu grup bahkan grup lain.   Yang pasti bukan hanya dibaca gitu aja, kita akan mendapatkan masukan, baik berupa saran, kritikan, ataupun hal  lainnya yang tujuannya agar tulisan kita semakin bagus kedepannya.

Dengan grup memungkinkan orang-orang yang mempunyai cita-cita ingin menjadi penulis, akan dikenal oleh banyak orang khususnya didunia maya.  Bukankah lebih bagus jika seseorang akan dikenal duluan oleh banyak orang sebelum jadi penulis?  Tentu saja jawabannya bagus.   Nah, ini  adalah salah satu alasan kenapa menurut gue grup itu penting, bukan karena gue ingin menjadi penulis, tetapi mempunyai sebuah grup itu tidak harus orang-orang yang ingin menjadi penulis.  Benar bukan?

Keburukan dari grup
Sejauh ini gue banyak mengenal yang namanya grup, namun diantara banyak grup yang gue kenal, gue sama sekali gak nemuin yang bikin gue gak mau pindah ke yang lain.  Gue masih ingat, pas gue gabung sama salah satu grup yang pertama kali gue kenal, gue promosiin tulisan gue.  Mula-mula gue ngerasa betah, namun semakin kesini gue ngerasa bosan karena tulisan gue gak dihargain, gak ada yang komentar, kalupun ada itu karena gak sengaja mampir atau cuma karena kesasar doang.  Dari situ gue mulai bosan, malas menulis, dan sempat gak nulis selama beberapa bulan.

Kebaikan dari grup
Memang diantara keburukan-keburukan yang gue alamin selama mengenal grup, masih ada segelintir kebaikan yang gue dapat.  Gue mulai mengenal sama blogger yang tulisan dewasa, menginspirasi dan gak kalah seru sama blog-blog labil yang isinya cuma curhatan galau doang.  Termasuk gue.  Namun itu semua nggak bikin gue betah, lagi-lagi gue  ngerasa jenuh, bosan  dan karena itu pula  gue selalu pengen selingkuh sama grup-grup yang lain.

Namun, semuanya berubah ketika gue mengenal “Blog Energy”,  gue mulai mengenal sama sahabat- sahabat blog yang ramah- tamah  dan murah senyum.  Gue mengenal mereka dari berbagai propinsi yang tersebar diseluruh Indonesia ini, bahkan sampe mengenal blogger yang luar negeri.  Dari semua itu gue ngerasa betah dan gak ingin pindah ke lain hati.  Mulai dari followers gue yang semula cuma tiga orang, sampe sekarang sudah mencapai seratus orang.  Emang sih gak seberapa, tapi bagi gue itu merupakan perubahan yang drastis.  Karena  itulah sampai sekarang  gue tetap semangat ngeblog.   Walaupun dalam sebulan gue hanya bisa nulis dua topik, setidaknya gue gak ngelawatin gitu aja  tulisan-tulisan teman segrup, gue masih bisa blogwalking yang tujuannya  mencari, menggali, dan menemukan ide baru untuk  ditulis selanjutnya.

Gue senang tentunya, apalagi dengan keberadaan blog energy yang mempunyai visi dan misi yang sama, yang dimana mengutamakan untuk saling berbagi energy positif antara sesama grup berupa saling beri komentar setiap postingan yang dipromosi.
Oh yah, sebelum gue lupa gue mau kasi tau kalau gue dulu itu kenal sama blog energy oleh salah satu admin kita yang telah menyebarkan banyak virus berupa upil.  Siapa lagi kalau bukan Bang edotz.

Harapan gue, semoga blog energy akan selalu seperti ini kedepannya.  Selalu  memberikan energy positif.  Dengan begitu, gue yakin orang-orang yang ingin jadi penulis akan mendapatkan banyak ilmu dari sini.

Oke, segitu dulu postingan gue kali ini, jangan lupa komentarnya yah.  Ingat, semakin sering lo berkomentar diblog gue, maka kadar kegantengan dan kecantikan lo semua akan bertambah.  Percaya deh sama gue. Kabur...





Kamis, 27 September 2012

Penampilanmu Mengalihkan Duniaku


Seksi banget
Selamat bertemu kembali sodara-sodari, gimana keadaan kalian  hari ini, masih pada semangat kan? Gimana dengan keadaan blog kalian, masih sering posting kan? masih punya  semangat buat nulis  kan? masih punya Ide kan? Kalau  gak ada, ya udah blogwalking aja . 

Gimana dengan yang  punya pacar, masih setia gak sama pasangannya? Kalau gak, ya udah jomblo aja kayak gue.*Sirik

 
Setelah sepekan  lebih gue nggak posting karena berbagai alasan, akhirnya gue kembali tetap  dalam keadaan selamat dan aman-aman saja.*Elus jenggot

Sebelumnya gue mau minta maaf pada teman-teman  yang udah berkunjung ke blog  gue belakangan ini, dan gue belum sempat   kunjung balik. Sori banget yah,sejujurnya gue nggak sengaja , Cuma  belakangan memang gue sibuk banget ngurusin status gue sama tugas-tugas  yang diberikan dosen gue.  Jadi, mohon dimaafkan yah. 
 “ Ingat, Kalau mau masuk surga,  bukalah pintu maaf pada setiap orang yang membutuhkannya.” 
Gue kan Cuma manusia biasa yang tak luput dari noda dosa dan rasa lupa yang kian menggelora, hahaha*keramas jenggot.

Ok postingan kali ini, gue mau membahas tentang kaum hawa yang berpenampilan seksi.  Tapi Jangan tersinggung yah, ini sekedar uneg-uneg  gue kok.

Lansung aja. Bersedia, siap, ya…
Seksi yang gue maksud disini  adalah "cara berpakaian." Teknologi sekarang kan semakin canggih, begitu juga orang-orangnya, makin pintar dan makin gaul. Tapi terkadang gaul salah diartikan oleh segelintir orang, gaul  melampau batas yang wajar, apalagi dengan keberadaan rok mini sekarang yang sering kita jumpai dijalan, ataupun ditempat-tempat yang lainnya. Sekarang lagi  mode besok sudah kuno.  Yah, kira-kira begitulah kalimat untuk mewakili model pakaian sekarang yang  berubahnya cepat banget.  Percayalah mode hanya mampu membuat kita berubah. 
Menurut gue kita tidak perlu mengikuti mode yang menurut kita tidak sesuai,  atau bahkan pakain yang  kita kenakan bisa dibilang kurang  pantas.  Bukannya gue mau melarang, tapi menurut gue itu sangat mempengaruhi bagi yang melihatnya, walaupun yang memakai enjoi  aja.  Tapi tetap aja  ini kurang pantas menurut gue.  

Gue punya cerita tentang bagaimana cara gue menanggapi ketika gue melihat cewek yang berpenampilan seksi. 
Jadi gini, beberapa hari yang lalu pas gue pulang kampus, gue melewati beberapa lampu merah untuk menuju rumah teman gue.   Singkat cerita, sampailah gue di lampu merah yang terakhir .  
Seperti biasa gue mengelus jenggot  gue sambil menunggu lampu hijau, gue iseng  melirik cewek yang ada disamping gue dengan motor satria f-nya, dan gue memandang kea rah rok yang dia kenakan.  Mata gue gak bisa dikompromi kalau lihat kayak gituan sop. Sumpah, seksi banget.  Saking seksinya, mata gue yang seorang fakir asmara ini terus melotot dan terus memperhatikan setiap lekukan sebelah atas lututnya yang bening itu.  Sampai gue gak sadar lampu hijau udah menyala.  Seketika iman gue luntur gara-gara melihat penampakan itu, gue merasa pakaian yang dikenakannya sama sekali gak pantas.  Gue merenung dan terus bertanya dalam hati “apakah ini semua gejala alam, ataukah hanya sandiwara semata?  Entahlah hanya tuhan yang tau, biarkan semua waktu yang menjawab.

Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berpenampilan seksi.  Ada yang karena ingin menarik perhatian kaum adam, ada juga karena faktor teman.  Emang sih, teman sangat berpengaruh dalam pergaulan  sehari-hari kita, tapi gak mesti mengikuti cara berpakaiannya kan?
Jika kita salah bergaul, bisa saja kita akan cepat terpengaruh . Sekuat apapun iman seseorang jika selalu dihadapi dengan hal-hal yang bersifat negatif,  lama-lama juga bakalan terpengaruh. Seperti  pepatah yang mengatakan
 “Sekeras-kerasnya batu jika ditetesi dengan air hujan tiap hari lama-lama juga bakalan berlobang”
Pepatah ini ada benarnya juga ,namun bukan semata-mata manusia disamakan dengan batu yah..
Jadi pesan gue, Khusus bagi kaum hawa :
Jangan salahkan cowok yang suka mengajak anda ketempat-tempat yang gelap, atau cendrung mengajak anda untuk melakukan sesuatu yang tidak anda inginkan.  Misalnya melakukan hubungan suami istir sebelum menikah.  Salah satu faktor yang menyebabkan mereka berpikir seperti itu adalah karena penampilan anda yang bisa dibilang seksi atau bisa menciptakan ransangan. Itulah sebabnya banyak kaum adam menilai kaum hawa dengan berpandang sebelahh mata. Maksudnya adalah   lebih memperhatikan  bagian tertentu saja tanpa melihat sisi baik  dibalik penampilan itu.
Jadi  jangan heran kalau ada media, baik elektronik maupun cetak yang menberitakan tentang kasus pelecehan seksual, pemerkosaan dan lain sebagainya.  Bisa saja Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya  adalah karena penampilan anda.

“Kalau hanya ingin menarik perhatian cowok, gak perlu berpakain terbuka kok.  Percayalah, cowok lebih menghargai cewek yang penampilannya terjaga”

Apalah gunanya punya tampang yang mempesoan, jika tak sejalan dengan imannya.  Bukankah lebih baik jika keduanya berjalan seiring?
So, pandai-pandailah dalam bergaul, jangan sampai beberapa faktor diatas terjadi pada diri kita. Bukannya gue suci atau sok suci menasehari orang lain, tetapi sebagai manusia yang beriman alangkah lebih baik jika kita saling menasehati. Benar bukan?
Jadi, tetap  jagam penampilan anda, jangan terpengaruh sama orang-orang disekitar anda. Apakah itu teman ataupun sahabat. Sesekali minta pendapat orang tua tentang penampilan anda.

“Jangan biarkan kecantikan yang anda miliki ternoda oleh penampilan yang tak disenangi.”
 Segitu dulu postingan gue kali ini, jangan lupa komentarnya yah :))