Minggu, 25 November 2012

Kepepet



Esok Ujian Yah??  Belajar Ah..
Hy guys..
Hari ini panas banget rasanya, keringat mengalir kesabagian tubuh gue, setelah kemaren hujan lebat mengguyur kota Banjarmasin.

Emang benar yah, Tuhan  menciptakan semua yang berada didunia ini selalu  berpasang-pasangan.  Seperti halnya siang berganti malam, kadang susah kadang senang, kadang seseorang mengalami musibah kadang juga bertawa ria.  Namun itu semua gak patahkan semangat gue buat ngeblog.

 

Dalam kehidupan ini, entah sadar atau enggak manusia seringkali mengerjakan sesuatu dalam waktu yang kepepet, terburu-buru, atau bahkan terpaksa karena harus segera diatasi. Tak terkecuali bagi gue  yang saat ini sedang merantau di Banjarmasin.   Gue sering banget  ngerjain sesuatu pada waktu yang kepepet.  Dari situlah  muncul ide untuk membahas "kepepet" ini lebih jauh.


Oke, lansung aja yah
Perkenalkan, gue Robianus Supardi, satu-satunya calon guru yang paling gak bisa bahasa inggris sejagat raya.  Dari semenjak gue masih SMP sampai sekarangpun  udah semester lima, tetap aja buta bahasa yang menurut gue kampret. Bahasa inggris. Gimana gak kampret, tulisannya lain  bacanya lain.  School kok dibaca skul, gimana gak kampret coba?  Itu sebabnya, gue gak pernah komentar kalau ada postingan dari teman-teman yang  make bahasa inggris.  Gue nggak tau apa memang mereka benar- benar lihai  dalam bahasa inggris atau jangan- jangan translet dulu baru diposting. Entahlah, hanya mereka yang tau.

Gue  merupakan tipikal orang yang suka banget menunda sesuatu, apapun itu.  Banyak pertimbangan ketika gue ingin mengerjakannya.  Berada diantara apakah gue harus mengikuti teori ini atau itu, begitu juga dalam hal mengerjakan tugas, selalu mengerjakan satu  hari sebelum hari H.  Ketika sampai waktunya harus mengerjakan itu, barulah gue otak-atik apa yang akan gue kerjakan.

Contohnya dalam hal mengerjakan tugas, gue suka banget menunda, karena ternyata bagi sebagian orang khususnya gue   " kepepet itu merupakan anugrah."  Gue mangatakan ini karena gue pernah ngalaminya  "ketika gue mengerjakan sesuatu pada waktu yang mepet, pasti gue bisa menyelesaikannya."  Namun, tanpa harus mempertimbangkan  apakah hasilnya benar atau salah, karena benar tidaknya masalah kedua buat gue.  Yang terpenting gue bisa menyelesaaikannya.

Gue masih ingat waktu presentase makalah beberapa minggu yang lalu.  Entah kenapa pas  maju di depan kelas, otak gue mendadak encer.  Soal yang sulit  bila dikerjakan di rumah berubah jadi mudah. Bukannya gue sok pintar atau apalah, tapi itulah kenyataannya.  Mungkin diantara kalian juga pernah ngalamin kayak ginian.   Gue bingung, Apa memang semua yang berada didunia ini bila dikerjakan karena kepepet pasti bisa? Entahlah.  Ini salah satu alasan kenapa setiap kali gue ngerjain tugas selalu satu hari sebelum hari H.

Pernah juga waktu gue masih bekerja disawit, gue disuruh mandor gue menyiram sawit satu hektar dalam waktu satu jam.  Biasanya dalam waktu segitu gue hanya bisa menyelesaikannya hanya setengah, tapi kali itu beda.  Gue menyelesaikannya tepat sesuai waktu yang diberikan.  Mandor gue menyuruh kayak gitu, karena hari sebelumnya gue kedapatan gak menyiram beberapa sawit, dan sebagai sanksinya gue  harus menyiram satu hektar sawit sekaligus, plus  dijaga lansung sama mandornya.  Kesalahan itu gue lakukan bukan karena sengaja, tetapi badan gue lemah banget karena paginya gue lupa makan.  Terpaksa gue harus menyelesaikan kerjaan gue yang seharusnya dilakukan hari itu  terpaksa dilakukan esoknya.  Hebatnya, ketika gue dijaga lansung sama mandornya malah hasilnya bagus, ketimbang gue kerja tanpa dijaga.

Oh ya, sekedar info, disawit itu biasanya sekitar jam 11-an keatas merupakan waktu dimana sebagian karyawan malas bekerja, sebab harinya panas banget plus lapar.  Itulah yang gue alamin waktu itu.  Jadi, jika diantara kalian sewaktu-waktu bekerja disawait dan jadi mandor, jangan sekali- sekali  nyuruh karyawan  kereja secara paksa, jangan sampe karyawan ngamok dan melakukan  aksi yang anarkis.  percaya deh sama gue.

Kembali ke topik.
Kepepet itu jika dianalogikan, menuurut gue  seperti saat seseorang yang hendak melakukan perjalanan keluar kota  dengan menggunakan taksi.  Awalnya memilih taksi yang paling bagus diantara semua taksi yang menuju kearah yang dimaksud.  Taksi pertama menawar agar mengikti taksi itu, tapi malah diabaikan dan menolak tawaran tersebut dengan alasan masih ada taksi yang lain. Taksi kedua masih juga menggunakan  alasan yang sama, begitu seterusnya, sampe pada gliran taksi terakhir dan gak  ada taksi lagi yang lewat dan yang terakhir itu malah yang paling buruk, dengan terpakasa harus mengikuti taksi itu, ketimbang gak jadi pergi.

Itulah sebagian pengalaman yang  gue rasakan selama berada di tanah rantauan, selalu mengidolakan kepepet.  Tapi ingat, kepepet juga kadang-kadang ada sisik buruknya loh.  Contohnya kayak gue tadi, mengerjakan tugas satu hari sebelum hari H.  Memang bisa diselesaikan, tapi  gak menutup kemungkinan hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan.
 "So, gunakanlah waktu kepepet itu jika memang harus, jangan sampai keterusan, entar malah ikut-ikutan kayak gue yang selalu membiarkan suatu masalah diselesaikan  secara kepepet "

Segitu dulu postingan gue, jangan lupa komentarnya yah..








Rabu, 21 November 2012

Grup Dimata Blogger Personal


Grup Dimata Gue
Hy Gyus..
Hari ini gue kembali menjalani  kegiatan rutin gue sehari-hari sebagai mahasiswa yaitu kuliah.

Setelah beberapa hari kemaren gue libur, rasanya bete banget di rumah terus menghabiskan waktu untuk hal-hal yang gak berguna.  Mau online internetnya lemot, mandi  kadang-kadang malas, belajar apalagi, alhasil waktu dihabisin buat tidur aja.

Btw, Postingan kali ini gue buat untuk turut memeriahkan best article edisi ke-4 dengan tema "Grup dimata blogger personal"


Menurut gue grup itu sangat penting.  Kenapa?  Karena grup merupakan sebuah tempat atau wadah dimana kita saling bertemu, saling berbagi kasih serta  saling berbagai informasi tentang banyak hal.  Dengan grup juga tulisan-tulisan kita akan dibaca oleh orang lain yang satu grup bahkan grup lain.   Yang pasti bukan hanya dibaca gitu aja, kita akan mendapatkan masukan, baik berupa saran, kritikan, ataupun hal  lainnya yang tujuannya agar tulisan kita semakin bagus kedepannya.

Dengan grup memungkinkan orang-orang yang mempunyai cita-cita ingin menjadi penulis, akan dikenal oleh banyak orang khususnya didunia maya.  Bukankah lebih bagus jika seseorang akan dikenal duluan oleh banyak orang sebelum jadi penulis?  Tentu saja jawabannya bagus.   Nah, ini  adalah salah satu alasan kenapa menurut gue grup itu penting, bukan karena gue ingin menjadi penulis, tetapi mempunyai sebuah grup itu tidak harus orang-orang yang ingin menjadi penulis.  Benar bukan?

Keburukan dari grup
Sejauh ini gue banyak mengenal yang namanya grup, namun diantara banyak grup yang gue kenal, gue sama sekali gak nemuin yang bikin gue gak mau pindah ke yang lain.  Gue masih ingat, pas gue gabung sama salah satu grup yang pertama kali gue kenal, gue promosiin tulisan gue.  Mula-mula gue ngerasa betah, namun semakin kesini gue ngerasa bosan karena tulisan gue gak dihargain, gak ada yang komentar, kalupun ada itu karena gak sengaja mampir atau cuma karena kesasar doang.  Dari situ gue mulai bosan, malas menulis, dan sempat gak nulis selama beberapa bulan.

Kebaikan dari grup
Memang diantara keburukan-keburukan yang gue alamin selama mengenal grup, masih ada segelintir kebaikan yang gue dapat.  Gue mulai mengenal sama blogger yang tulisan dewasa, menginspirasi dan gak kalah seru sama blog-blog labil yang isinya cuma curhatan galau doang.  Termasuk gue.  Namun itu semua nggak bikin gue betah, lagi-lagi gue  ngerasa jenuh, bosan  dan karena itu pula  gue selalu pengen selingkuh sama grup-grup yang lain.

Namun, semuanya berubah ketika gue mengenal “Blog Energy”,  gue mulai mengenal sama sahabat- sahabat blog yang ramah- tamah  dan murah senyum.  Gue mengenal mereka dari berbagai propinsi yang tersebar diseluruh Indonesia ini, bahkan sampe mengenal blogger yang luar negeri.  Dari semua itu gue ngerasa betah dan gak ingin pindah ke lain hati.  Mulai dari followers gue yang semula cuma tiga orang, sampe sekarang sudah mencapai seratus orang.  Emang sih gak seberapa, tapi bagi gue itu merupakan perubahan yang drastis.  Karena  itulah sampai sekarang  gue tetap semangat ngeblog.   Walaupun dalam sebulan gue hanya bisa nulis dua topik, setidaknya gue gak ngelawatin gitu aja  tulisan-tulisan teman segrup, gue masih bisa blogwalking yang tujuannya  mencari, menggali, dan menemukan ide baru untuk  ditulis selanjutnya.

Gue senang tentunya, apalagi dengan keberadaan blog energy yang mempunyai visi dan misi yang sama, yang dimana mengutamakan untuk saling berbagi energy positif antara sesama grup berupa saling beri komentar setiap postingan yang dipromosi.
Oh yah, sebelum gue lupa gue mau kasi tau kalau gue dulu itu kenal sama blog energy oleh salah satu admin kita yang telah menyebarkan banyak virus berupa upil.  Siapa lagi kalau bukan Bang edotz.

Harapan gue, semoga blog energy akan selalu seperti ini kedepannya.  Selalu  memberikan energy positif.  Dengan begitu, gue yakin orang-orang yang ingin jadi penulis akan mendapatkan banyak ilmu dari sini.

Oke, segitu dulu postingan gue kali ini, jangan lupa komentarnya yah.  Ingat, semakin sering lo berkomentar diblog gue, maka kadar kegantengan dan kecantikan lo semua akan bertambah.  Percaya deh sama gue. Kabur...





Sabtu, 17 November 2012

Kebiasaan Aneh Gue Di Kampus


Hay guys…
Apa kabar? Semoga baik-baik aja yah.  Semoga yang nganggur udah dapat kerjaan, dan yang jomblo semoga  tetap tegar dalam melawan kesepiannya setiap malam minggu tiba.

Kali ini gue akan membahas beberapa kebiasaan aneh gue selama di kampus.  Gue tau sudah beberapa orang yang membahas ini sebelumnya.  Tapi gue akan tetap membahas ini, karena setiap orang kan punya kebiasaan aneh yang berbeda-beda tentunya.

Namun perlu digarisbawahi bahwa postingan gue kali ini terinspirasi setelah gue maen ke blognya salah satu admin blog energy.  Admin itu yang  suka banget sama yang namanya warna merah, sampe-sampe blog kesayangannya warna merah.  Siapa lagi kalau bukan yoga.

Bedanya, kalau dia bahas tentang kebiasaannya waktu kecil, tapi kalau gue kebiasaan selama gue kuliah.  Keren kan?  Gue yakin semua orang pasti punya yang namanya kebiasaan aneh, baik itu sewaktu kecil maupun saat udah dewasa dan lebih parah lagi kalau sampai sekarang juga masih memiliki kebiasaan itu. Hening.

Menurut gue kebiasaan aneh itu ada dua jenis, ada yang disengaja ada juga yang gak di sengaja.  Dan inilah beberapa kebiasaan aneh gue.

Yang disengaja

Jarang bayar parkir
Banyak teman-teman gue dikampus merasa heran kalau gue melakukan ritual gue itu didepan mereka.  Karena menurut gue itu  rugi aja kalau tiap hari gue harus bayar parkir.  Gimana gak rugi, bayangkan kalau selama empat tahun gue kuliah disitu harus bayar 500 perhari, kadang-kadang juga seribu kalau gak ada ansurannya.  Jadi kalau dikalikan  500 perhari berarti sebulan 10 ribu, setahun 120 ribu, empat tahun berarti 480 ribu.  Gimana gak rugi coba. Itu baru dikali 500, belum lagi kalau dikali seribu, kira-kira berapa yah, mikir sendiri aja deh yah. toh semua adah pada bisa.   Maka dari itu, paling mentok gue bayar dalam seminggu itu paling cuma satu atau dua kali aja.

1.     
      Tangan selalu dalam saku
      Kalau yang ini setiap hari gue lakuin, baik itu diluar kelas ataupun didalam, tetap aja gue ngelakuin itu.  Entah kenapa gue merasa kalau tangan gue dalam saku itu, tingkat kepedean gue meningkat 50% .  Banyak   teman-teman yang nanyain ke gue kenapa hal itu selalu gue lakuin.  Jawabannya itu tadi, gue mearasa tambah pede aja kalau tangan gue dimasukin disaku depan, merasa kool aja gitu.  Gue nggak tau entah sampai kapan kebiasaan gue ini bakal hilang. Kalu boleh jujur sih gak hilang-hilang juga gak apa-apa kok,  tangan-tangan gue. 


      Yang gak disengaja

      Lupa bayar teh es
Beberapa bulan terakhir gue kalau beli minuman dikantin kampus gue, sering gue lupa bayar.  Padahal gak ada  niat sama sekali loh yah, tapi anehnya tukang kantinnya malah gak nagih ke gue. Apa karena sengaja atau memang dia tau keadaan dompet gue.  entahlah, gue juga kurang tau.   Kadang-kadang kalaau gue lagi ingat akan dosa gue akan bayar meskipun telat, tapi kalau gak gue cuekin aja, hitung-hitung hemat dikitlah. hahaha.

Lupa bayar aqua gelas
kalau untuk yang ini baru aja terjadi selama dua minggu lalu.  Gue nggak tau kenapa tiba-tiba aja gue mengalami kebiasaan aneh ini, padahal gak niat banget gue melakukannya.  Yah biasalah gue juga kan mau kalau dikatain orang yang jujur, tapi mau gimana lagi ini udah terjadi.  Namanya juga gak dingaja.  

Ceritanya gini, hari itu paginya gue kuliah dan sore baru masuk lagi, jadi gue memutuskan untuk gak pulang sekalian, padahal jarak kampus sama rumah gue gak jauh-jauh amat. Kebetulan juga   gue mau nyantai diperpustakaan kampus bareng sahabat gue, mumpung wifi gratis. Mental gratisan.

Seperti biasa gue lagi asik-asiknya blogwalking sama sahabat gue itu, namun ditengah keasikan itu gue merasa kayak orang yang dehidrasi.  Muka gue gak ada semangat-semangatnya,  akhirnya  gue memutuskan untuk beli aqua gelas seharga 500 dikantin kampus gue.  Tanpa basa-basi, gue lansung ngambil sendiri aqua itu dari kulkas terus lansung balik lagi keperpus lagi.  Awalnya biasa-biasa aja, jalan lenggak-lenggok seolah tampa dosa.  Tapi semakin kesini gue merasa ada yang kurang sama diri gue.  Gue cek jenggot gue masih ada, gue cek isi kolor masih aman.  Gue bingung, kira-kira apa yah?  Setelah gue cek isi dompet gue masih utuh, itu artinya gue belum bayar aqua gelas tadi. Jujur gue sendiri juga malu, apalagi terlanjur gue ceriatain sama sahabat gue.  Dimana harga diri gue coba? Seketika  sahabat gue tadi tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan gue itu, sementara gue senyum sinis aja.
"Terkadang terselip perasaan malu kalau gue ingat semua ini"
Nah, itu tadi kebiasaan gue.  kebiasaan aneh lo apa?  Lansung komen dibawah aja yah..



Kamis, 15 November 2012

Akhirnya Datang Juga


Halo sobat blog..
Gimana, masih ada yang jomblo?  Ada yang ditinggal sama pacarnya?  Ada yang skripsinya belom kelar? atau mungkin... ah lupakan.

Gue balik, mau nagih utang yang  belom sempat lo bayar kemaren.  Tapi tenang, jangan takut dulu, gue nggak bawa golok kok.  Oke hentikan dulu candaannya yah, gue capek, tadi baru aja keramas jenggot.

Gue perjelas, sebenarnya gue balik mau tuntasin janji gue kemaren yang dimana sambungan tentang postingan kisah cinta gue.  Yang baca postingan gue sebelumnya pasti tau dong, tapi bagi yang belum silakan dibaca dulu (disini) yah biar kisahnya gak sepotong-sepotong. Elus Jenggot.

Sampe di kost, gue sama sekali gak bisa tidur mikirin tentang kalimat terakhir itu “Selvi pergi ketempat pacar barunya.”  Segala usaha udah gue lakuin, dari tidur dengan posisi badan berciuman dengan kasur gue yang kurang empuk, nutupin badan gue dengan selimut yang gue pinjam dari kamar sebelah, sampe gue harus tidur setengah telanjang.  Tapi semuanya  sia-sia sodara, karena yang gue dapat itu ternyata cuma  keringat yang terus mengalir dengan bejatnya. Gue bingung, kenapa yang gue harapkan kehadiran dia, malah keringat yang gue dapat.  Apa mungkin dia juga mengalami hal yang sama? Apa  mungkin saat geu mikirin dia, dianya lagi keringat,  terus dia ngirim keringat itu ketempat gue  lewat tukang ojek?  Ah sudahlah, itu gak mungkin.  Belakangan gue sadar ternyata selimut yang gue pake bukan cuma satu tapi jumlahnya tiga, pantas aja keringat mengalir  hampir keseluruh badan gue. 

Belum puas dengan beberapa poin tadi, guepun  matiin lampu kamar gue berharap mata ini terpejam, tapi semua usaha itu lagi-lagi sia-sia, karena kenyataannya  bayangan selvi selalu ngehantuin gue.  Tak sedetikpun bayangan dia  berlalu dari pikiran gue.  Gue coba tanya sama diri gue sendiri. Apa ini namanya cinta?  Jika  bukan, kenapa mata gue selalu mengejar bayangan dia?  jika  bukan, kenapa semua yang berhubungan dengan dia  selalu nyangkut dalam  ingatan gue?  jika  bukan, kenapa gue terus  menyimpan kolor dia? Yang terakhir ngaco.  Karena belum juga mendapat jawaban, gue pun lanjut bertanya pada rumput yang bergoyang, tapi semaunya hampa, karena  yang gue dapat  hanyalah kebisuan yang tak menentu. 

Back to topic
Gue rapuh karena telah mengingat dia.  Namun harus gue akui, tak sedikitpun  gue membencinya.  Itulah cinta, meskipun seharusnya gue  membenci dia tapi perasaan benci itu terbunuh oleh rasa cinta yang gue miliki terhadap  dia.  Tiba-tiba gue kembali teringat semua hari-hari gue yang selalu diwarnai dengan senyuman dia, canda, tawa, susah, maupun senang semua terlintas begitu aja.

Rasanya waktu berlalu begitu cepat, padahal waktu masih berputar sama kayak hari-hari biasanya, tapi gak terasa aja udah setahun gue sekalasan sama dia, selama itupula rasa cinta gue belum sempat  kasih tau yang sebenarnya sama dia.
Waktu setahun bukan waktu yang singkat buat gue.  Karena itupun gue coba bangkit, dan mencoba membuka lembaran baru.  Gue berharap bisa menemukan  penggantinya. Dan melupakan  semua hal yang berhubungan dengan dia, tapi saat gue mulai mencoba melupakan dia, saat itu pula dia kembali mendekati gue, dan menyapa gue

 “Rob, udah lama lo gak ngantar gue…”

Mendengar kalimat itu gue hanya bengong kayak orang bego, gak nyangka aja,  gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba dia dekatin gue, gue coba jawab pertanyaan dia sebisa gue.

“ Emang lo kemana aja, kenapa selama ini lo hindar dari gue, kenapa saat gue mencoba dekatin lo, lo malah menjauh. Apa salah gue Sel?

Gue ngamok.  Gue keluarin semua rasa kesel yang ada dalam hati gue , tapi saat gue mau meneruskan  kalimat selanjutnya, tanpa banyak kata dia lansung meluk gue dari belakang” .  Semua teman-teman sekelas gue melihat adegan itu. Ah,  serasa dunia milik berdua.  Gue sadar pelukan itu hanyalah pelukan antara  sahabat.  Maafin gue, dia lanjut.  Selama ini gue selalu menghindar dari lo, selama ini gue bahkan cuekin lo terus.  Gue baru sadar, cuma lo orang yang bisa ngertiin gue.  Gue terharu.  Tak banyak yang terlontar dari mulut gue selain, yah gue maafin.

Oh yah Rob, entar gue maen ke kost lo yah, udah lama banget gak maen kesitu..hehehe dia senyum dikit malu.  Semangat 45 gue kembali berkobar mendengar kalimat itu.  Siapa coba yang gak senang kalau orang yang diidam-idamkannya maen ke tempat kita, gak ada kan?
Rasanya gue kayak pencuri yang baru aja lolos dari komplotan masa yang mau hajar  karena nyolong CD cewek.  Gue senanggggg banget. Gue kembali ngihibur dia dengan gitar kesayangan gue, seperti yang gue lakuin sebelumnya.   Akhirnya pemandangan indah yang sempat hilang selama hampir setahun, kembali menghiasi senyuman gue yang hampir pudar. Hari-hari gue kembali bareng samaa dia.  Canda, tawa, yang dulu kembali gue lakoni bareng dia.  Gue yakin ini saatnya dia tau perasaan gue yang sebenarnya, gue nggak mau nyia-nyiain kesempatan ini lagi.  Gue berani, apapun jawaban yang gue dapat nantinya gue terima dengan lapang dada.

Ncengg..ncengg..ncengg…
bunyi tanda berakhirnya  kegiatan belajar mengajar hari itu selesai.  Gue geregetan, itu artinya beberapa menit lagi gue ungkapan perasaan gue.
Semenit berlalu, dua mneit.. gue lansung tarik tangannnya, dan inilah cuplikan yang terjadi.

Gue : Sel, gue nggak tau apa lo punya  rasa yang sama kayak gue apa bukan, selama ini gue berusaha pendam perasaan gue, tapi hari ini saat ini detik ini, menit ini jam ini, gue mau bilang ”gue cinta banget sama lo. Lo mau kan jadi pacar gue?  Dia nggak lansung jawab pertanyaan gue, entah apa yang ada dalam pikirannya. Yang pasti dia terus  melotot kearah  gue seolah pertanda sebentar lagi akan terjadi pertumpahan darah. Semenit, dua menit berlalu, dia belom juga jawab pertanyaan gue.  Karena kelamaan, gue balik badan, gue rasa itu tandanya permintaan gue gak diterima. Seketika pikiran gue gak karuan lagi, bimbang karena dia belum juga ngasih jawaban ke gue.
Pas  gue mau melangkah pergi, perlahan, setttttttttttt..dia tarik tangan gue dari belakang terus bisikin ketelingan gue “dengan senang hati Rob”. Gue kaget.  Lo benaran mau jadi pacar gue Sel? Gue ngotot.  yah, gue mau jadi pacar lo.Horeeeeee...
Makkkkkkkkkkkkk...gue gak jomblo lagi, gue sekarang udah punya pacar... Teriak gue.

Gila men, gue senang bangettttt. Saking senangnya gue lempar dia pake jenggot gue, untung dia gak kena. Kalau kena gue gak tau entah apa yang terjadi selanjutnya.

Akhirnya setelah sekian lama  gue nunggu, gue berhasil dapatin dia.  Orang yang selalu  gue harapin ternyata mau jadi pacar gue. Dia tersenyum melihat gue senang dan  adegan pelukanpun  tak dapat dihindar lagi.
"Meskipun saat ini hanya tinggal kenangan, namun gue akan selalu ingat  bahwa gue pernah mencintai sahabat gue sendiri."


Oke, segitu dulu cerita cinta  gue, jangan lupa komentarnya yah..







Minggu, 11 November 2012

Kembalilah, Aku Menunggumu

Selamat pagi, siang, malam sahabat blog. Gimana kabar kalian? Semoga masih dalam keadaan sehat yak.

Akhirnya setelah sekian lama gue nggak bersenggama dengan blog tercinta ini, hari ini  gue kembali nulis, masih tentang seputar dunia percintaan.  yah, dunia percintaan, karena hanya itu yang mampu gue tulis saat ini.  Menulis semua kisah cinta gue yang terjadi beberapa tahun silam. Elus Jengot.


Jadi gini, gue masih ingat waktu pertama kalinya gue mendaftar disalah satu sekolah ternama dikota gue namanya SMK Widya Bhakti.
Setelah gue dengar kabar  dari bokap gue bahwa ternyata  gue berhasil diterima sebagai salah satu siswa baru dalam sekolah tersebut.  Gue senang banget karena itu merupakan sekolah impian bokap gue.  Entah apa yang ada dalam benaknya kala itu, sampe-sampe gue dipaksa buat masuk ke sekolah  itu.  Gue curiga, jangan-jangan bokap gue terpengaruh sama prestasi kelulusan yang diperoleh dari sekolah tersebut, yang setiap tahunnya termasuk lulusan terbaik untuk tingkat menengah atas dikota gue.  Entahlah, mungkin itu yang beliau pikirkan.

Singkat cerita sampailah gue pada hari pertama mengenal yang namanya pakaian putih abu-abu.  seperti biasa, sifat kaku gue kala itu masih kental banget.  Maklum, gue tamatan dari desa, jadi belum terbiasa sama yang namanya pergaulan orang kota itu seperti apa.
Minggu-minggu pertama gue masih malu-malu kenalan sama lawan jenis.  Jangankan untuk mencari pacar, teman aja susah banget gue dapat khusunya teman cewek.  seiring berjalan waktu sifat malu gue kian berkurang dan gue mulai berani bergaul sama anak-anak cewek sekelas gue.  Sampe suatu hari gue mulai dekat sama teman kelas gue, sebut saja namanya Selvi.  gue tertarik banget sama tuh anak, apalgi dengan   rambut panjangnya yang begitu lurus, pokoknya keren banget dimata gue.

Rasa tertarik itulah yang mendorong gue untuk  mengenalnya lebih dalam. Sampe gue harus menyusuri semua tumpukan pakaian yang menempel dibadan dia, bajunya, celananya, anunya, hanya sekedar mau mengetahui dalamnya seperti...Etssss.. buang jauh-jauh pikiran buruk kalian, yang gue maksud itu mengenalnya  bukan hanya sekedar perkenalan biasa aja, tapi gue pengen dia jadi bagian dari hidup gue.  Karena niat itupun gue jadi  berani  mencoba ngelakuin trik-trik  kecil, misalnya, sengaja  minjam catatan dengan alasan catatan gue kurang lengkap, sampe gue mulai sekali-sekali ngantar dia sampai depan kosnya, padahal arah tempat tinggal gue sama dia  gak searah.  Nekat banget kan? Nekat aja deh, hehehe Keramas jenggot.

Setelah beberapa bulan ritual itu gue jalanin, gue merasa cocok banget sama dia, sampelah suatu hari gue ngajak dia untuk jadi sahabat gue.  Sejujurnya gue nggak cuma pengen jadi sahabat doang, gue mau lebih dari itu.  Sejak saat itu, hari-hari gue selalu dihiasi  dengan senyuman dan candaan dari dia, gue merasa betah banget, sampe kalau sehari aja gak masuk sekolah rasanya lain.  Bukan karena pelajaran yang ketinggalan tapi karena gue gak bisa bareng dia.  Bareng duduk, bareng pulang dan bareng-bareng yang lainnya.

Sekedar info,dikelas dia termasuk primadonanya dimata gue.  Dengan kecantikan yang dia miliki banyak kakak kelas gue yang pengen jadi pacarnya tapi dia cuek aja. Entah kenapa gue juga gak tau.
Hubungan gue sama dia makin hari makin lengket aja, kalau diibaratkan dengan motor mungkin seperti lagi macet yang sangat panjang. Makin lama makin mepet, akhirnya jadi lelet, muncul  sederet copet dan seterusnya sampai copet itu kepencett,tet..tett,tettt.

Oke fokus.
Kerena kedekatan itulah akhirnya suatu sore gue  ngajak dia maen ke kost gue. Gue senang banget, jarang-jarang ada cewek yang maen ke kost gue sebelumnya. kecuali kalau nyasar.  Sering banget.  Kebetulan gue tetanggaan sama anak kuliah semster awal, gue ngajak salah satu dari teman-taman kos gue itu  untuk berkenalan sama  selvi tadi.  Sekian lama kami asik ngobrol di kost gue, gak kerasa udah sore aja, rasanya cepat banget, dan itu artinya gue harus ngantar dia pulang. Tancap gas, lima menit kemudia lansung nyampe. keesokan harinya tetangga gue yang kuliah tadi suruh gue minta nomor henponnya, tanpa pikir panjang,  gue turuti permintaan dia. Gue pikir paling cuma kenalan biasa doang.

Namun kesenangan gue tadi mulai pudar, sejak nomor anak kuliahan tadi berada ditangan dia.  Puncaknya hari senin (kalau gak salah).  Hari itu gak kayak hari- hari sebeluamnya. Hari dimana  dia mulai cuekin gue.  Suasana dalam kelas kami berduapun mulai berubah, canda tawa yang setiap hari biasa kami lakoni mulai berkurang, itu semua  semata  karena dia mulai sibuk  smsan sama cowok brensek itu.  Gue bingung, kalau gini jadinya, mending gak usah kasitau aja sekalian nomornya kemaren, tapi mau gimana lagi mereka udah mulai dekat. Hati gue mulai miris.

Karena kondisi itulah gue merasa kesepian, akhirnya gue mencoba dekatin dia lagi, tapi pas gue nyari dianya gak ada.  Gue nyari dikelas gak ada, di WC gak ada, di kantin, tetap aja gak ada. Hening.  Gue gak nyangka, ternyata eh ternyata, pas gue keluar kelas buat beli rokok, biasalah anak SMA udah belajar rokok, tanpa sengaja gue melihat mereka ketemuan di samping sekolah gue.   Karena penasaran akhirnya gue dekatin mereka.  Gue nangkap omongan mereka udah mulai maen rayu-rayu aja buat ketemuan selanjutnya. kampret tuh anak kuliah, gue aja yang udah kenal lama belum berani ngajak dia kemana-kemana selain ke kost, sedangkan dia baru juga  beberapa hari udah mulai gitu aja.  Gue kira paling selvi gak mau kalau dia ngajak jalan, tapi ternyata dugaan  gue salah. Dia malah mau. Hati gue tambah miris.

Sampailah suatu ketika, kebetulan  malam minggu, saatnya anak-muda beraksi.  Entah mau ngapain.  Gue yang udah mulai merasa kesepian karena jauh dari dia, akhirnya memutuskan untuk mampir dikosnya pas gue jalan, berharap senyuman itu kembali untuk gue.  Pas gue nyampe, gue nanya kesalah satu teman sekostnya.  Belum juga gue nanya, tuh anak lansung maen jawab aja "Selvinya gak ada, baru aja ketempat pacar barunya."  Pacar barunya? pacar barunya? pacar barunya?.  Itulah kalimat yang terus mengiang ditelinga gue.  Hati gue udah hancur.
Beberapa saat kemudia gue lansung balik ke kost, gue ambil gitar kesayangan gue, nyanyi- nyanyi  gak karuan sekedar untuk hilangin rasa kecewa gue ke dia.
"Ketika keinginan kita untuk menemui seseorang yang ingin kita temui tidak berhasil, tak ada rasa yang  lain yang kita dapat selain rasa kecewa"

Oke deh, berhubung gue nulis ini pas larut malam, jadi gue bobo dulu.  Ceritanya belom selesai, jadi, tunggu postingan lanjutannya yah.
Meluk bantal guling, lansung bobo.